Rabu, 12 Desember 2012

Bidik Sasar : Tragoedia


Bertahun-tahun yang lalu, Yu-Gi-Oh! Mengalami perkembangan yang melewati berbagai fase, mulai dari permainan Normal Monster Beatdown dengan level rendah ATK tinggi, ataupun ATK yang tinggi dengan tribute yang mudah seperti Summoned Skull atau Giga Gagagigo ; Masa kejayaan deck Chaos, Monarch, Turbo-Synchro, Slow-Down.

            Dan sekarang kiranya kita telah memasuki era baru, yakni era dimana kartu diaktivasikan dari tangan. Effect Veiler, Maxx “C”, Mermail Abyssmegalo, Gorz The Emissary of Darkness mungkin adalah kartu yang bisa dibayangkan dan menjlaskan keadaan ini dimana mereka semua nyaris selalu terlihat di setiap deck, kecuali Mermail Abyssmegalo.

Kini, ada sebuah kartu yang memiliki efek serupa namun tidak terlalu sering muncul, entah underrated, atau kurang terkenal, tetapi sudah pasti dikenal oleh banyak duelist – Tragoedia. Dengan kemampuannya yang tidak terlihat memiliki dampak negatif ataupun cost yang terlalu nampak, monster ini siap pakai pada situasi yang dia bisa digunakan.



Efek yang Luar Biasa Variatif

Tragoedia memiliki banyak kemampuan yang bisa dilakukannya dengan sempurna, ada 4 efek yang ada di kartunya itu, dan jelas, itu sangat membantu.

Pertama, Tragoedia bisa men-special summon dirinya sendiri ke field ketika kita menerima battle damage, ini efek yang cukup umum, namun Tragoedia agak sedikit berbeda, damage yang diterima bisa berapapun, 100 pun bisa, asalkan ada, tidak harus saat field kosong, tidak harus saat tidak ada spell/trap, tidak harus ketika menerima direct attack, asalkan serangan yang memberikan damage. Battle Fader dan Gorz adalah contoh kartu dengan efek serupa yang membutuhkan masing-masing direct attack dan field kosong untuk mengaktifkannya.

Bukan hanya itu yang menjadikan Tragoedia sebagai kartu yang hebat, namun juga Tragoedia bisa digunakan untuk kebutuhan baik defensif maupun agresif. Battle Fader tidak bisa digunakan untuk kebutuhan agresif, ATK-nya 0, sementara Gorz memiliki syarat yang cukup merepotkan untuk bisa disummon kendatipun ATK-nya yang cukup tinggi.

Kamu bisa mensummon-nya dengan mudah dengan cara menyerang monster lawan dengan ATK yang lebih tinggi lalu menerima damage, kemudian kamu bisa special summon Tragoedia ke field, mudah kan?.




Tragoedia

Seri                  : Jump-EN033

Level                : 10

Monster           : Fiend/Effect 

Attribute          : DARK 

Rarity              : Ultra Rare

You can Special Summon this card from your hand when you take Battle Damage . This card gains 600 ATK and DEF for each card in your hand. Once per turn, you can send 1 monster from your hand to the Graveyard to take control of 1 face-up monster your opponent controls with the same Level as the sent monster. Once per turn, you can select 1 monster in your Graveyard; this card's Level becomes the same as that

ATK Tragoedia yang dituliskan di kartunya, “?” tidak perlu kita tilik lagi sepertinya,”This card gains 600 ATK and DEF for each card in your hand” simpel, dan jelas sekali.

Kemampuan untuk memunculkan field presence di field dengan cara mengambil alih monster lawan dengan men-sent mosnter dengan level yang sama dengan level monster musuh, keji dan sangat luar biasa, tidak ada larangan dalam monster yang diambil alih, tidak ada larangan untuk tribute, synchro material, xyz, mengubah posisi ATK/DEF, semua tidak ada larangan sama sekali.

Kemampuan ini akan sangat terlihat ketika mirror match dengan deck yang sama dengan yang kamu gunakan, Six Sams mirror match, mencuri Kizan dari field musuh dengan cara men-discard Six Sams level 4 dipastikan akan membuat musuh kewalahan dengan stragegi mereka.

Kamu discard satu, lalu kamu ambil satu dari field musuh, dengan kata lain, musuh kehilangan monsternya, situasi menjadi +1 di field, sempurna sekali.

Setelah mengambil monster musuh, apalagi yang akan dilakukan? Apakah perlu dijadikan synchro fooder, atau dijadikan xyz material? Disinilah efek terakhir Tragoedia menjadi relevan untuk digunakan, target monster dengan level yang sama dengan monster yang baru saja kamu curi dari field lawan, lalu xyz dengan Tragoedia dan kartu lawan tersebut, xyz instan, sangat keji.

Anehnya, menurut ruling Tragoedia, level yang berubah itu memiliki ruling tertentu, level asli Tragoedia yang berubah, bukan level hasil efek, misalnya Level Eater akan “memakan” level Tragoedia yang sedang berada di level 4 dengan hasil efeknya, efek Level Eater  tidak akan mempengaruhi level aslinya, melainkan ketika End Phase, level Tragoedia akan menjadi level 9 karena efek Level Eater, bukan level 10 lagi.



Merangkak dan Meringkik

Tidak ada Archetype yang spesifik untuk memasukkan Tragoedia kedalamnya, tetapi yang jelas, Tragoedia tidak boleh dimasukkan ke dalam deck yang biasanya memiliki hand sangat sedikit, Infertinty contoh absolutnya.

Deck-deck mid-game seperti Agent dan Chaos Dragon memiliki kebiasaan yang sama, menumpuk kartu di tangan di awal permainan dengan draw power yang cukup mengesankan, Tragoedia bisa menjadi pilihan yang cukup sesuai.

Agent bisa bertahan dengan Thunder King Rai-oh, Agent of  Creation – Venus dan Gachi Gachi Gantetsu. Untuk bertahan sebelum monster besar datang ke field seperti Master Hyperion. Chaos Dragon juga melakukan hal yang sama persis, menggunakan monster Lightsworn untuk bertahan untuk sementara waktu, Tour Guide From the Underworld, dan monster xyz sebelum mengeluarkan monster badak seperti REDMD, BLS, DAD, dan Lightpulsar Dragon. Tragoedia layak mendapat tempat di kedua deck tersebut.



Tragedi Terhindarkan

Dengan kemampuan yang luas dan luar biasa variatif, Tragoedia bisa menjadi pilihan yang unik dan menarik di dalam berbagai deck.

Ditambah lagi attribute-nya, DARK, bisa dimasukkan ke dalam varian Chaos, ataupun sebuah combo unik dengan mengeluarkan 2 Tour Guide From the Underworld di saat ada Tragoedia di field lalu menggunakan Galaxy Queen’s Light untuk men-summon xyz rank 10 yang cukup baru, Super Dimensional Robot – Galaxy Destroyer atau apalah namanya, yang memiliki 5000 ATK dan efek yang mengerikan, sadis dan sangat mengerikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar